Dunia sudah tak lagi gusar dengan
perpisahan
Bukankah Jon sendiri yang
mengingatkan
Bahwa tak ada seorangpun yang
siap menghadapi perpisahan
Tak ada yang kuasa menghindar
atau memalingkan wajah
Sebuah sajak perpisahan yang ku
tulis dari sebuah bayangan pertemuan
Lagi-lagi Jon lah yang
mengingatkan
Bahwa pertemuan dan perpisahan
adalah sejoli
Imajiku kembali membayang
Saat pertemuan kita yang tak
istimewa
Justru harus berpisah dengan
berbagai emosi yang kadung bergumul
Pontang panting aku mencoba
menyusunnya
Agar aku mampu melepasmu dengan
rasa yang tersusun rapi
Agar saat terakhir kali aku
menatap netramu
Tak kau temui redup netraku atas
pergimu
Kenapa dunia sudah terlalu akrab
dengan perpisahan
Tapi aku masih saja menjadi yang
membencinya
Biar aku mengenangmu dengan
racikan rinduku sendiri
Biar pelupuk netraku mulai
menggenang
Biar aku saja yang menikmati
pergimu
Tak perlu ada janji Jon
Aku mulai trauma dengan janji
yang selalu mengiringi perpisahan
Terbuai janji sekaligus terhunus karena
perpisahan
Ijinkan aku mengenangmu dengan
sebaik-baiknya cara
Tuhan sangat baik
Mempersilakan kita mengakhiri
pertemuan ini dengan rasa
Terima kasih kepada semesta yang
menjadi saksi
Saksi beragam pertemuan kita
sengaja maupun tak sengaja
Tersimpan rapi dalam kotak
Kotak yang lagi lagi hanya perlu
waktu untuk menjadi usang
Selamat menjalani dunia baru
untukmu, Jon
Pun untukku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar