Selasa, 20 Juni 2017

Berkemas


Dunia sudah tak lagi gusar dengan perpisahan

Bukankah Jon sendiri yang mengingatkan

Bahwa tak ada seorangpun yang siap menghadapi perpisahan

Tak ada yang kuasa menghindar atau memalingkan wajah

Sebuah sajak perpisahan yang ku tulis dari sebuah bayangan pertemuan

Lagi-lagi Jon lah yang mengingatkan

Bahwa pertemuan dan perpisahan adalah sejoli

Imajiku kembali membayang

Saat pertemuan kita yang tak istimewa

Justru harus berpisah dengan berbagai emosi yang kadung bergumul

Pontang panting aku mencoba menyusunnya

Agar aku mampu melepasmu dengan rasa yang tersusun rapi

Agar saat terakhir kali aku menatap netramu

Tak kau temui redup netraku atas pergimu

Kenapa dunia sudah terlalu akrab dengan perpisahan

Tapi aku masih saja menjadi yang membencinya

Biar aku mengenangmu dengan racikan rinduku sendiri

Biar pelupuk netraku mulai menggenang

Biar aku saja yang menikmati pergimu

Tak perlu ada janji Jon

Aku mulai trauma dengan janji yang selalu mengiringi perpisahan

Terbuai janji sekaligus terhunus karena perpisahan

Ijinkan aku mengenangmu dengan sebaik-baiknya cara

Tuhan sangat baik

Mempersilakan kita mengakhiri pertemuan ini dengan rasa

Terima kasih kepada semesta yang menjadi saksi

Saksi beragam pertemuan kita sengaja maupun tak sengaja

Tersimpan rapi dalam kotak

Kotak yang lagi lagi hanya perlu waktu untuk menjadi usang

Selamat menjalani dunia baru untukmu, Jon

Pun untukku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar