Limabelas April...
Bukankah seharusnya ini adalah hari yang kau nantikan dibandingkan dengan tiga ratus enam puluh empat hari lainnya? Kebanyakan dari spesies bernama manusia akan sangat gembira menanti dan tentunya melakukan selebrasi di hari istimewanya. Kenapa kali ini kau tidak?
Semenjak saya kehilangan sosok laki-laki yang saya kagumi, saya sudah kehilangan selera untuk melakukan selebrasi seperti enam belas ulang tahun saya sebelumnya. Iya, sebelum akhirnya Papa pergi meninggalkan kami. Di hari seperti inilah justru rasa rindu lebih sering muncul untuk sekadar membuat pelupuk mata ini menyerah mengeluarkan hujannya sendiri. Begitu berat menjalani ulang tahun kelima tanpa beliau. Ketidakhadiran raganya menjadi kado terperih yang harus saya rayakan tiap tahunnya. Tentu saya bersyukur Tuhan masih memberikan orang-orang baik di sekitar saya. Orang-orang yang dengan rela hati, bersedia dengan sadar meluangkan waktunya untuk memberikan doa dan harapan kepada saya. Tapi rasa rindu ini masih saja menang dari itu semua.
Assalammualaikum,Pah
Sehat kan? Papa inget kan ini hari apa? gadis kecil yang dulu selalu kau ajak pergi kini sudah semakin besar. Tenang, ia masih menjadi gadis kecil mu kok hanya dengan versi lebih besar. Aku kesel pah ternyata sebagian besar orang memiliki doa sepertimu dulu, menginginkan aku tetap kecil saja. Mereka bilang aku lebih lucu saat kecil. Aaah aku iri dengan aku saat itu,Pah. Osa kecil lebih sering membuat orang tertawa, lebih sering dibilang lucu dan menggemaskan, dan tentunya aku iri ia masih memilikimu. Lihatlah aku yang sekarang, aku hanya berharap masih bisa membuat orang lain tertawa dan bahagia,Pah. Tentu juga membuatmu bangga di atas sana. Ingin sebenarnya, aku tidak menangisimu di hari ini tapi agaknya mustahil. Kau sendiri kan yang mengajarkanku untuk tidak pandai berbohong? Sudah terlalu banyak senyuman semu di hari ini. Aku tahu, kau tentu juga tahu tanpa perlu aku bercerita. Terlalu banyak kesedihan hari ini,Pah. Sudah ah aku nggak mau bikin Papa ikut sedih dan larut dengan kekecewaan bertubi-tubi yang terjadi padaku hari ini. From the deeoest of my heart, i'll always be your daughter... Peluk jauh, sleep tight, Pah. Assalammualaikum.
Tuhanku Allah SWT, Terima kasih untuk segalanya untuk apapun yang telah terjadi hari ini. Saya masih tetap yakin, segala yang terjadi entah sedih, rindu, kecewa semua adalah kado dari-Mu untuk mendewasakan diri ini. Ini bukan hanya tentang pertambahan umur, ini tentang bagaimana mewujudkan doa dan harapan dari orang terkasih. Bimbing saya, Tuhan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan kuat. Kuat dari segala bentuk kekecewaan yang terlanjur menguasai diri saya hari ini. bukankah rasa kecewa adalah salah satu cobaan untuk menguji seberapa dewasa diri saya .Saya hanya sedang diuji untuk melangkah ke jenjang lebih tinggi lagi, jenjang seseorang yang harus mulai bisa lebih lebih lebih bersabar dan ikhlas. Bantu saya, Tuhan untuk tidak lagi iri dengan diri saya sewaktu kecil yang banyak dipuji dan hidup dengan kebahagiaan, yang mungkin saja kecewa belum masuk ke dalam kamus hidupnya. Terima Kasih untuk duapuluh satu tahunnya. Aamiin :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar