Kamis, 28 Agustus 2014

Ketika sabda alam berkata kami lemah (?)

Kami wanita memang terlahir perasa
tapi terkadang kami terlalu cepat mati rasa
Kami wanita mungkin lebih peka dalam segala hal
tapi tak jarang kami memilih diam walau mengganjal
Kami wanita memang terlahir untuk menunggu
tapi tentu kami bisa meragu
Wahai kaum Adam,
Bukankah kalian tahu betapa sabda alam mengatakan kami lemah?

Betapa wanita selalu digambarkan sebagian dari dirimu yang tak utuh?
Lalu mengapa engkau masih saja menghukum kami dengan ketidakpastian
Menyelipkan beberapa detak yang kami rasa indah
Ataukah memang kami yang terlahir perasa dan peka ini telah salah mengartikan?
Mengartikan embun padahal peluh
Mengartikan hujan padahal gerimis
Mengartikan senandung padahal mendung
Janganlah paksa kami untuk terus menerka
Menerka keadaan yang tak kunjung pasti
Inilah kami ciptaan Tuhan yang selalu dikaitkan dengan kelemahan
Padahal sesungguhnya kami jauh lebih kuat
Kuat untuk mati rasa dan kuat untuk terus menunggu
-Yogyakarta,29 Agustus 2014-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar