Hai kamu, kau datang tanpa ragu
Hadirmu terasa begitu nyata wahai pencuri pandangku
Senyummu seolah terasa hangat
Betapa rasanya sangat bersalah membiarkanku larut
Terbuai menikmati
hadirmu pada malam itu
Andai saja kau tahu betapa untuk melupakanmu
Aku perlu banyak kekuatan
Kekuatan untuk menahan rasa sakit
Sakit ketika harus menolak maunya hati ini
Hai
kamu, sang penjaga tidurku
Kau
datang dengan leluasa
Mengisi
singkatnya malam itu
Seolah kedatanganmu
kuinginkan
Seolah kepergianmu
tak membawa luka
Hadirnya
ragamu membuatku kembali berpikir
Mampukah
aku benar-benar melepasmu (?)
Mungkin sajak tadi adalah salah satu cara untuk mengungkapkan
betapa sakitnya hati ini. Bukan sakit sebenarnya, aku hanya tak ingin merasakan
lagi rasa itu. Rasa yang terlambat terdeteksi dan enggan untuk ku akui. Kamu menarik,
menarik pikiranku untuk terus mengikuti kemana hatiku berlari. Ketika pada
garis akhir ku temui sosokmu yang mungkin bagi oranglain tak istimewa. Aku muak
ketika harus mengakui ini. Ada hal yang kutemukan dari dirimu yang pernah
kutemukan dari dirinya dulu. Sial ! aku kalah untuk tidak menaruhmu di hatiku.
Aku benci ketika kau harus datang di saat hati ini mulai tenang. Dimana sebelumnya
hati ini gelisah ketika tak melihatmu. Dimana hati ini berantakan melihatmu
hadir. Mengapa malam itu kau datang? Tak sadarkah kau hati ini tersiksa
mengenangmu, meraung kesakitan akan bayangmu. Jangan lagi kau hampiri bunga
tidurku wahai pencuri hati, berjanjilah..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar