Minggu, 28 Oktober 2012

Bonjour C'est l'anniversaire



63MILANG NAMCHE
    Hari berpesta daging sudah berlalu. Namun, kebahagiaan tidak berhenti sampai disini saja untuk siswa-siswi  SMA N 6 Yogyakarta. Mengapa? Tepat satu hari setelah perayaan kurban, SMA N 6 Yogyakarta merayakan hari jadinya yang ke-63. Dengan mengusung tema 63milang Namche, hari Sabtu 27 Oktober 2012 menjadi hari tak terlupakan bagi warga namche.
     Pagi yang cerah menambah semangat suka cita seluruh warga SMA N 6 Yogyakarta. Kesukacitaan mulai tampak dari awal menjejakkan langkah di depan pintu gerbang SMA N 6 Jogja. Beberapa panitia telah sibuk menyiapkan puluhan benda berwarna-warni  yang  langsung menjadi pusat perhatian siapapun yang lewat di depannya.  Ya, apalagi kalau bukan balon. Benda satu ini tak pernah terlewatkan di tiap momen istimewa, termasuk acara ulangtahun kali ini. Tak hanya itu, lapangan basket pun telah disulap oleh panitia menjadi lebih berwarna dan meriah. Tak sabar menunggu kemeriahan apa yang akan terjadi.
     Pukul  07.30 seluruh warga SMA N 6 Yogyakarta mulai berkumpul ke lapangan. Sudah menjadi tradisi sebelum karnaval keliling kami terlebih dahulu melaksanakan upacara. Tentu upacara kali ini juga berbeda dengan upacara bendera biasanya. Bila biasanya pengibaran bendera dilakukan oleh tiga siswa saja, tidak kali ini. Pengibaran bendera dilakukan oleh seluruh OSIS Muda Wijaya Terpilih yang akan mengemban tugas dan jabatan menggantikan OSIS Muda Wijaya angkatan sebelumnya. Upacara berlangsung khidmat, terlebih saat pembacaan sejarah singkat SMA N 6 Yogyakarta.
     Setelah hampir setengah jam melaksanakan upacara, tiba saat yang paling ditunggu-tunggu yaitu pelepasan balon. Jumlah balon pertama yang dilepas ada 27 melambangkan tanggal, 10 balon berikutnya melambangkan bulan dan 12 balon berikutnya menandakan tahun 2012. Dari masing-masing kelas juga turut andil melepas empat balon sebagai tanda dibukanya acara HUT SMA N 6 Jogja. Riuh tepuk tangan dan sorak-sorai seluruh siswa menambah kegemilangan The Research School of Jogja.
     Karnaval Keliling sudah menjadi agenda rutin untuk memeriahkan ulangtahun SMA N 6 Yogyakarta beberapa tahun terakhir ini. Tiap-tiap kelas pun sudah mendapatkan tema untuk kostum yang akan mereka kenakan. Mulai dari baju daerah, baju tidur, baju olaraga, vintage, rock n roll , agamis, hantu bahkan yang paling menarik perhatian adalah sirkus.  Masing-masing kelas sangat antusias mempersiapkan segala aksesoris pelengkap. Kostum-kostum yang dikenakan sangat variatif dan mengundang rasa decak kagum bahkan tawa.
      Dimulai dari kelas XII IPS 3 , karnaval keliling pun dimulai. Rute yang diambil tidaklah terlalu jauh, kami melewati daerah Gedung Bimo, daerah Masjid Syuhada, Kotabaru, kami juga melewati SMA N 3 Yogyakarta yang masih menjadi saingan dalam merebut prestasi dan akhirnya kembali lagi ke SMA N 6 Yogyakarta tercinta. Di sepanjang perjalanan , banyak pasang mata memperhatiak kami. Bagaimana tidak, kostum yang kami kenakan sangat menarik perhatian ditambah lagi sorak sorai kami bernyanyi. Semangat kekeluargaan pun sangat terasa, karena pada momen ini kami bisa berjalan beriringan dengan guru-guru, karyawan, sampai satpam sekolah kami yang kece. Satpam sekolah kami yang satu ini memang kece luar biasa. Badan yang tegap dan gagah terlihat semakin nyata saat Pak Pe ( panggilan akrab ) menaiki motor harley davidson miliknya. Dibalik kegarangannya Pak pe adalah satpam yang humoris. Itulah sebabnya semua siswa sangat akrab dengan beliau.
     Akhirnya, setelah melalui perjalanan yang sebenarnya tidak jau hanya saja karena matahari yang bersinatr terlalu pijar mebuat kami meraskan lelah tingkat dewa. Padahal masih banyak acara menarik lainnya yang sudah dipersiapkan oleh panitia. Untuk merecharge tenaga, kami istirahat sambil melakukan gerakan narsisme. Lomba yang pertama adalah Lomba menghias tumpeng. Entah bagaimana kelanjutannya , lomba menghias tumpeng dilaksanakan di aula. Beralih ke lapangan, disana tampak siswa-siswa berkumpul menjadi satu untuk mengikuti lomba-lomba. Di mulai dari lapangan voli, disitulah arena Lomba memasukkan paku ke dalam botol. Di sebelah timurnya, adalah arena Lomba makan kerupuk, dan selanjutnya adalah arena Lomba Pecah balon. Lomba memasukkan paku ke dalam botol dilakukan oleh lima orang yang di pinggangnya telah diikat tali rafia. Filosofi dari lomba ini adalah bagaimana kita bisa bekerja sama untuk bisa mencapai tujuan. Kita dilatih untuk tidak egois memikirkan kepentingan diri sendiri. Sama halnya dengan lomba makan kerupuk, kita dituntut untuk tidak mudah menyerah untuk mendpatkan apa yang kita impikan. Dari arah lapangan timur terdengar suara heboh pendukung kelasnya masing-masing. Ternyata selain ada aneka lomba, ada penampilan dari band akustik yang telah lolos seleksi sebelumnya. masong-masing band menyumbangkan satu lagu daerah dan dua lagu bebas. Semua pun larut ke dalam alunan tiap petikan gitar.
     Adzan dhuhur pun berkumandang, sejenak kami menghentikan semua kegiatan dan kegaduhan. Siswa yang belum melaksanakan sholat pun dipersilahkan untuk melaksankan kewajiban terlebih dahulu sebelum ikut kembali melanjutkan kemeriahan pesta ulangtahun SMA N 6 Jogja. Sesi kedua, lomba balap karung, lomba pecah air dan estafet kelereng. Telah nampak beberapa peserta mulai mencoba berlari menggunakan karung. Semua siswa disini tulus ingin memeriahkan acara, mereka tidak berfikir tentang hadiah apa yang akan mereka dapat tetapi bagaimana mereka bisa mendapatkan momen kebersamaan diiringi tawa dan juga harapan bagi sekolah tercinta mereka.
    Akhirnya semua rangkaian acara pun telah selesai. Namun, harapan serta semangat untuk menoreh prestasi tidak akan pernah selesai. Jayalah SMA N 6 Yogyakarta !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar