Selasa, 20 Februari 2018

Tuhan, kali ini saya menang.


Tuhan. Kali ini saya menang.

Ini menjadi waktu yang paling saya benci sekaligus saya nantikan
Bukan karena rasa tetapi lebih kepada menantang diri sendiri
Bukan tanpa resah tetapi lebih kepada menata hati
Ya, dan harus saya akui kali ini saya menang
Ingatkah Engkau Tuhan, apa yang saya ucap beberapa bulan lalu?
Meski terdengar amat lirih bahkan nyaris berbisik
Saya ucapkan dengan setenang mungkin
Agar tak terlalu kacau kata-kata yang saya pilih
Agar mudah bagi Mu mengabulkannya
Untaian doa agar tak lagi saya temui kalut
Meski sempat meragu dan kembali terbata-bata berharap
Saya kembali yakin
Berbekal letihnya menjadi yang tak terlihat
Membuktikan kali ini saya menang.
Tidak ada luka
Tidak ada titik air mata
Tidak saya temui gelisah pun amarah
Mari kita rayakan kemenangan ini dengan bersulang
Atas nama diri yang mulai melangkah walau sempat tertatih
Atas nama diri yang kembali bernostalgia tetapi tidak lupa
Atas nama diri yang sudah merdeka dari perasaannya yang lara

Yogyakarta, 20 Februari 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar