Senin, 13 Mei 2013

Rumitnya "Satu Kata" itu


Happy 2013 ! telat banget yaaa udah dari 2012 aku nggak pernah post lagi, tapi mumpung aku lagi selo untuk beberapa waktu kedepan jadi blog ini akan dipenuhi lagi tulisan-tulisan rada ngasal ini :)
Sebenernya udah dari bulan Desember tahun lalu aku mau post tapi lupa cara post tulisan di blog alhasil nganggur 6 bulan ni blog -_-

Oke, materi yang bakal dibahas kali ini agak berat. Ya, just make sure that you are ready to open your mind and read this !
Jujur aku masih belum sepenuhnya paham atau bahkan layak dibilang awam untuk materi yang satu ini. Cinta. Sadis kan materinya? Aku bukanlah orang yang ahli dalam masalah yang satu ini ataupun orang yang sudah berkali-kali menjalin hubungan sehingga aku mengerti. Bukan mau sok menggurui tapi disini aku mencoba untuk berpendapat atau sekedar berceloteh bak balita yang ingin tahu,
Aku memang sudah berumur 18 tahun , usia tidak lantas dijadikan tolok ukur seseorang untuk mengerti cinta. Aku juga bukan jomblo abadi yang banyak temanku mengira. Kisah cintaku tidak suram-suram amatlah. Aku juga pernah pacaran, entah waktu SD itu bisa dikategorikan pacaran atau bukan. At least ,aku pernah tahu cinta-cintaan sedari dini.
Mungkin karena saking dininya aku mengenal cinta jadi ya beginilah dampaknya, aku hanya mengenal cinta dalam artian dangkal. Aku hanya mengerti cinta itu terjadi ketika dua orang berbeda jenis yang sedang mencari bagian lain dari orang lain untuk memenuhi dirinya yang belum lengkap. Cinta itu ketika kita tertarik dengan orang lain dan akhirnya menjalin sebuah hubungan yang dinamakan pacaran. Menjalin hubungan baru itu gampang, kalau di dalam prosesnya tidak cocok langsung saja putus cari yang lain. Menjalin cinta hanya berdasar gengsi karena tidak laku aaaah itu sama dangkalnya dengan pemikiranku dulu tentang cinta.
Ada yang lebih penting dari sekedar memulai sebuah hubungan yaitu prosesnya. Proses untuk menyatujan dua perbedaan untuk menjadi kesatuan yang sempurna. Dimana kekurangan kita ditutupi kelebihannya begitu juga sebaliknya. Nah proses inilah yang sulit dan tidak banyak pasangan yang memahaminya. Seperti di awal aku mengatakan, aku belum pernah mengalami secara nyata tapi aku belajar dari setiap cerita yang bukan hanya kudengar tapi juga kupelajari. Banyak contoh yang mungkin bisa aku bagi di sini. Check this out !
“Apa?!! Mereka putus gara-gara si X ngerangkul si Y !! gak mutu banget alasannya.”
Si X dan Si Y itu pacaran. Mungkin banyak orang yang bilang perpisahan mereka aneh. Nggak semestinya Cuma karena dirangkul akhirnya minta putus. Lagian pacaran ngerangkul masih wajar kan. Dulu aku juga menjadi salah satu di antara orang yang mulutnya nyiyir kayak yang di atas, tapi semakin ke sini aku paham. Yang namanya menjalin hubungan itu kita harus menjaga dan menghormati apa yang ada di dalam diri kita masing-masing. Termasuk prinsip. Ketika  ada satu prinsip kita yang diacuhkan kita berhak untuk marah. Yang namanya prinsip itu susah lho..prinsip ya prinsip kita harus menghargai apapun prinsip pasangan kita termasuk prinsip nggak mau dirangkul.
“Aku nggak mau dianggap aku berkhianat sama temenku sendiri.”
Untuk cerita yang satu ini mungkin banyak juga yang mengalami. Di satu sisi kita nggak mau dianggap ngambil pacar temen kita sendiri entah itu mantan temen atau masih berlabel pacar temen kita. Pasti juga ada yang nyiyir,
“Iiih kok mau ya bekas temennya sendiri..”
Menurutku mereka nggak bisa disalahkan. Yang namanya cinta kan sebenarnya datengnya tiba-tiba nggak tahu sama siapa,dimana dan kapan *kunobangetnihkalimat*
Sekarang sebelum kita menjudge sesuatu coba kita mencoba menempatkan diri kita ke posisi mereka. Kamu rela nggak rasa yang seharusnya menjadi sebuah berkah dijudge orang dengan kata Iiih. Kalaupun bisa milih kita juga nggak mau kan suka sama bekas temen sendiri. Tapi yang namanya cinta itu susah diprediksi.
“Gimana ya, aku kangen e..aku kasian liat dia nungguin.”
Aaahh nggak asik nih...bilangnya mau ngasih pelajaran..bilangnya mau neghindar dulu biar dia ngerti...bilangnya males ketemu..bilangnya emosi..ujung-ujungnya nggak tega.
Well, aku nyiyir sendiri denger Si Z bilang gitu..katanya males ketemu tapi kangen aaahh ya dari awal aja kenapa bro?kalo emang nggak kuat marah yaudah maafin aja nggak usah sok males ketemu ujung-ujungnya nyiksa sendiri kan. Waktu lagi di kamar mandi aku jadi mikir,
“Apa mungkin gitu ya rasanya sayang sama orang..pas kita lagi marah, marahnya luluh jadi nggak tega. Mungkin karena aku belum ngerasain kali yaa..ah sudahlah.”
Yang namanya cinta itu ngerubah pahit jadi manis, marah jadi nggak tega, item jadi putih , kosong jadi berwarna dsb.
“Aku masih sayang sama dia.”
Cinta itu absurd. Nggak jelas bentuknya, macem-macem rasanya dan beragam kisahnya. Cerita yang satu ini tuh berawal dari perpisahan hubungan yang sebenernya masih menyisakan akar cinta *tsaaah. Mau diakhiri berapa kalipun kalau emang masih ada akarnya tinggal perlu diperbaiki cara perawatannya bakal tumbuh lagi. Gitu juga sama si A yang rela nunggu bertahun-tahun untuk nunggu pacarnya berubah dan memulai untuk memperbaiki pohon tadi. Mau digantungin gimanapun yang namanya percaya itu beeeeuh dahsyat men kekuataannya. Makanya, sebuah hubungan bakal langgeng dengan didasari kepercayaan. Nggak peduli mau berapa lama yang namanya cinta nggak bakal nyerah gitu aja kalau didasari percaya.
Oooo ya aku pengen ke post ini nih....Ini ada di draft hp ku
10 April 2011
Mungkin bukan menyesal, tapi kecewa lebih tepatnya
Bagaimanapun juga aku tak pernah dan tak mau menyesali apa yang tlah terjadi
Aku ingin memahami dari semua yang ku alami
Menjadikannya pengokoh ragaku
Bukan itu tujuanku mencintai dia
Bukan hanya sebagai status,
Bukan untuk menunjukkan aku mampu mendapatkannya
Bukan hanya untuk kesenangan semata,
Atau bahkan hanya untuk mengubah statement bahwa aku tidak laku
Konyol bila itu tujuan dan alasanku mencintai dia
Sederhana saja, aku hanya ingin berbagi
Berbagi sukaku-sukamu , dukaku-dukamu , marahmu-marahku ,ambisiku-ambisimu
Hidupku-hidupmu, cita-citaku-cita-citamu
Dengan keadaan saat ini
Mungkin kita memang tak satu pemikiran
Dengan kata lain bukan denganku kamu ingin berbagi
Semua itu tidaklah penting bagiku
Tidak lantas membuatku benci padamu
Aku tetap mencintaimu dengan tujuan yang sama
“Aku mencintaimu bukan untuk memilikimu, tapi untuk berbagi kisah, walau kau berbagi kisahmu dengan dia bukan denganku”

 *Terus ada lagi tapi aku lupa tanggal berapa yang pasti 2011 juga..
Ada seberkas cahaya pengharapan untuk bisa menggapaimu
Walau angin pun enggan membantu
Tapi aku sadari sgala kelemahanku yang tertutupi kelebihanmu
Mungkin terlalu sulit mengucap benci dalam hati dan pikiranku
Setiap bagian indah yang sebenarnya mampu kulepas tapi kuenggan
Setiap detil garis wajahmu yang sempurna namun enggan untuk kulupa
Konyol sebenarnya
Mencintai tanpa dicintai, peduli tapi dihindari
Hanya sebagai pelampiasan atau mungkin sedikit dianggap pelarian
Hanya sesaat memang, tapi bagiku itu lebih dari cukup
Bisa berbagi denganmu dalam waktu yang mungkin kau rasa tak berarti dan kosong
Mencoba untuk menyelami lebih dalam tentangmu
Dari tiap waktu yang singkat
Tapi kau enggan untuk membiarkanku mengenalmu
Aku tidak memiliki cukup alasan untuk mencintaimu
Tapi kurasa aku memiliki cukup alasan untuk pergi
Akhir dari awal yang indah
Nice to know you , Sir J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar