Jumat, 16 November 2012

Minimal Ia harus Sepertinya..


Aku merindukan sosok sepertinya dalam hariku. Kapanpun itu, hari tidaklah pernah berjalan begitu sempurna seperti saat masih ada dirinya. Sosok lelaki tegas namun begitu rapuh aslinya. Ya , entah mengapa kini aku mulai berpikir untuk mencari pendamping hidup yang minimal harus seperti dia.
     Dia harus baik. Baik kepada Tuhan, orangtuanya, teman-temannya dan juga kepada siapapun yang tidak ia kenal. Ketika ia baik kepada Tuhan, seharusnya ia juga baik terhadap siapa saja. Tentunya perilakunya juga baik J
     Dia harus memiliki mental bak baja yang tidak pernah takut pada apapun bahkan siapapun jika memang ia benar. Ia akan selalu membelaku, berada tepat di depanku untuk membuatku merasa aman di balik tubuhnya. Ia tak pernah takut untuk melawan, bahkan kalaupun harus terluka ia tak peduli.
     Dia harus memiliki rasa tanggungjawab yang amat besar lebih besar dari mentalnya. Dimana ia akan selalu mengingat untuk selalu menjagaku. Apapun akan ia korbankan untuk memberikanku yang terbaik. Tak perlu lah ia kaya raya laksana pengusaha batubaa yang memiliki sambilan sebagai dokter. Cukup rasa tanggungjawab yang tinggi, ia pasti ingat apa kewajibannya sebagai seorang lelaki.
     Dia harus tulus. Apapun yang ia kerjakan untukku bahkan untuk anak kami kelak harus ia landasi rasa tulus bukan karena apa-apa. Tiap pengorbanan yang ia perjuangkan haruslah tulus dari dalam hatinya yang bersih. Bukan karena ia ingin disebut sebagai suami yang pemberani, bukan pula agar ia dipuja anaknya sebagai pahlawan. Ia tidak ingin ditakuti oleh aku dan juga anak-anaknya kelak. Yang ia inginkan hanya rasa dihargai. Ya, dihargai sebagai suami,ayah bahkan teman.
     Dia harus punya semangat yang tinggi. Semangat untuk membahagiakan aku tentunya. Semangat untuk memberikan yang terbaik untukku dan juga anak-anak kami kelak.
     Dia harus tegas. Kelak ia akan menjadi imam bagiku, tentunya ia harus bisa tegas dalam segala hal. Berkata A ya A tidak berubah-ubah.  Namun, ada saatnya ia menjadi sosok yang ramah dan juga penyayang. Aku tidak ingin ia terlalu serius menghadapi segala permasalahan. Ada kalanya aku ingin ia menjadi sosok yang lucu dan konyol. Yang selalu tertawa dan bergurau. Yang bisa menambah warna-warni kehidupanku kelak.
     Dia tidak harus kaya. Bagiku, usahanya jauh lebih penting. Seberapa besar usahanya untuk bisa menjadi orang hebat. Kaya belum tentu hebat. Aku ingin menjadi wanita yang selalu mendampinginya untuk berjuang. Ketika pada titik tertentu ia mulai putus asa, aku ingin menjadi orang pertama yag memegang tangannya,membantunya berdiri lagi. Membantunya bangkit sedikit demi sedikit bukannya menyuruh ia untuk langsung berlari setelah ia terjatuh. Ketika ia sudah berhasil, aku berdoa semoga memang itulah yang layak untuk jerih payahnya. Aku berdoa kepada Tuhan agar engkau bertambah sukses namun tak lantas membuatmu lupa diri. Menjadi kaum borju yang terlalu mendewakan harta. Smoga engkau tetap menjadi seperti dulu, sosok yang mau bekerja,berusaha dan selalu merakyat.
     Ya, minimal dia harus seperti itu... Sosok pria idamanku yang kuharapkan menjadi pemimpin dalam keluargaku esok mungkin 6-8 tahun lagi. Dia harus bisa menjadi paling tidak seperti itu, atau bahkan jauh lebih baik. Ya, he is the best man in my life forever after RADITYA EKA SETIAWAN :’)

             Lihatlah hari berganti
Namun tiada seindah dulu
Datanglah aku ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi.....
               The Mercy’s – Ayah
Kini tlah kusadari
Dirimu tlah jauh dari sisi
Kutahu tak mungkin kembali kuraih
Semua hanya mimpi..
Ingin kucoba lagi
Mengulang yang telah terjadi
Tetapi semua sudah tak berarti
Kau telah pergi.....
            Chrisye – Lirih
Tuhan tolonglah..
Sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku trus berjanji takkan khianati pintanya
Ayah dengarlah,
Betapa sesungguhnya kumencintaimu
Kan kubuktikan kumampu penuhi maumu :’)
              AdaBand feta Gita Gutawa – Yang terbaik bagimu

Sabtu, 10 November 2012

Satu kisah dr Kuda :D

Well, hari ini ada satu kejadian yang menurutku menggelitik dan memberiku ide buat nulis di blog ku . HAHA
     ** Minggu, 11 November 2012 satu hari setelah hari Pahlawan tentunya :)
      Jam baru menunjukkan pukul 07.32 , mbak Dea mulai memanaskan motor nampaknya ada yang mau cuuss nih. Sementara aku masih bertemankan selimut, ya iyalaah hari libur gitu kudu dimanfaatkan at least buat recharge energi yang kepake selama enam hari. Bener aja, nggak lama mbakku pamit. ceritanya sih mau ikut karate di gelanggang UGM. Iya meeen gue serius, dia terobsesi nggantiin Jaden Smith di film karate kid mungkin :P. Okeee nggak usah ngelantur, alkisah dia pergi gitu ngeeeng..ngeeeng
      Saya tetap saja melakukan aktivitas mulia yaitu tidur lagi. Mungkin memang suatu keberuntungan memiliki seekor kucing di rumah. Entah itu keberuntungan atau kebuntungan. Lagi enak-enaknya tidur si kucing *panggil saja ciprut* ngeong ngeong mulu. Hadeeeh ni meong nggak pas bgt ngeong-ngeongnya. berhubung saya majikan yang baik hati, saya tetap melanjutkan tidur #parah. Mungkin 15 menit berlalu, ciprut masih kekeh dengan meongannya yang maha dahsyat. Berhasillah dia membuat saya bangun -__-. Untungnya ciprut ngeong2 kalo nggak kan saya nggak ungkin bangun dan melihat hp.
       Hal pertama yg dilakukan saat bangun tidur adalh ngecek HP berharap sangpujaan hati sms (maaf karena terlalu lama sendiri). Ternyata one message received, dr mbakku. isi smsnya,
"Dek bs tolong anterin dompetku?Dompetku ketinggalan di depan tv. aku tabrakan nih. Sekarang ya, taktunggu."
Untungnya ciprut ngeong2 kalo nggak kan saya nggak ungkin bangun dan melihat hp.
Hueeeleleee....pagi-pagi sudah mendapat berita takmenyejukkan. Tanpa bibubap langsung sikat gigi , cuci muka terus cuus bawain dompet. sempet balesin gini dulu,
"Kamu gpapa?yang ketabrak pie?"
Mindsetnya mesti mbak gue yang nabrak maklum dia mantan pembalap kelas iwak peyek :P. Ternya salah, kali ini dia yang ditabrak wkwk..
      Sampai Polsek Gondomanan, lansung menemui seonggok daging yang mukanya sok melas dengan kondisi kaki dicium betadine (haha jahat bgt sama kkak sendiri). Aku nanya kronologi nya pie dan mendengarkan secara seksama (sok memahami gitu). Nggak berselang lama, ada taksi yang ternyata mengangkut mas-mas yang nabrak mbakku. Ooooh Pak Sopir taksinya ikut tanggung jwab toh. Pak Sopir nya pun mulai aksinya bercerita tentang hidupnya. Huhu..kasian nih bapaknya, udah sepuh juga. Salutnya yg nganterin masnya ke Rumah Sakit jg Bapak beranak enam ini juga.
       Tibalah saatnya merundingkan bersama Pak Polisi....
       Semua pada melihat kondisi motor , buat nentuin mau minta ganti rugi apa nggak. Setelah melihat kondisi motor, Pak Sopir, mbakku, mas-masnya dibawa ke ruang apa gitu. aku cuma nunggu di luar sih nangkring di motor. Semua pada mencoba menjelaskan. Ini kutipannya yg sempet tak denger,
"Nggih, kabeh bener nggih kabeh salah. Jenenge musibah , nanging kula nggih sampun sign badhe menggok."
wuuuushh gahool nggak meenn..pak sopir yg kalo ditebak udah enampuluhan, umur boleh segitu , nguri-nguri bahasa jawa juga yes bgt tapi nggak ketinggalan ada satu kata yg ehh bgt "SIGN" . Dalam dialog bahasa jawanya tetep ada bahasa Inggrisnya yaitu sign. Walaupun Bapak itu ngucaoinnya jadi "Sin" bukan "Sain". Applause deh buat bapaknya.
"Kalo saya udah ikhlas nggak minta ganti rugi " 
Itu tadi mbaaku yg ngomong, ceiileeeh nggak minta ganti rugi. Ada 3 kemungkina dr jawaban tadi,
1. Dia mau ngincer jd isteri kedua Pak sopirnya
2. Dia mau tampil baik untuk mbribik mas-masnya
3. Dia lagi kaya wkkwwk
Nah ini nih satu dialog yang paling cetar membahana badai kalo kata Syahrini,
" Nggih pun, badhe njaluk gati rugi napa mboten. Mas-e merasa dirugikan mboten. Nek mbak-e mau wes nrimo. Pak-e yo jenenge wong tuwa mung manut. Gek les nek padha ikhlas yo gek wes..Aku selak  meh nonton balapan jaran e.."

WHAAAAT??WHAAHAHAHA ngakak banget nggak sih, Mencermati dr yang diucapin Pak Polisinya "Aku selak meh nonton balapan jaran". Gahool bgt ni polisi wkwkw lucu bgt yang ada aku ketawa sambil balik nanya,(kebetulan pas ngomong gitu bapaknya lg nyatet plat motor,otomatis cm bjarak 1meter dr aku)
"Yang di lapangan Sultan Agung ya , Pak?"
"Iya mbak, aku yo meh mrono e"
jkaaakakakakakak again saya tertawa mendengar itu. Pantesan bapaknya kyk kesusu grusa-u pengen gek ndang rampung gitu...hohohoho .
      Alhasil, semua diselesaikan secara damai Pak Taksinya ikut bantu biaya rumah sakit sekitar 41%. Oke selesailah sudah.
     Buat Pak Polisinya semoga harimu menyenangkan Pak, salam buat kuda-kudanya mggih Pak :)


Minggu, 04 November 2012

Mungkin

Kali ini saya (lagi) yang salah.
memang apa yang saya lakukan tidak pernah benar.
apa yang menurut saya benar tiernyata tidak benar.
Saya kehabisan kata-kata untuk menggambarkan keadaan hati saya yang masih bergolak.
Ketidaktenangan dalam hati ketika masalah itu kembali dibahas.
Memang saya yang berlebihan atau memang saya yang salah?
Saya cengeng, saya akui itu. Saya lebih memilih menangis daripada berbicara.
Saya pengecut. Iya saya kembali mengakui itu.
Saya hanya mencoba untuk menutup luka malam tadi. Saya hanya mencoba untuk memulainya lagi dari nol. Tidak ingin semakin memperburuk keadaan. Tapi sepertinya saya salah. Sikap saya justru salah. Bukan memperbaiki keadaan justru dicaci (walaupun tidak secara langsung).
Mungkin memang kondisi fisik yang aslinya capek jadi bikin gampang emosi. Jadi nggak berfikir panjang.
Mood yang naik turun. aku nangis pun karen ada yang masih bikin sesek belum bisa ikhlas mungkin.
Mungkin..